Layaknya embun pagi
Qu terhempas tertimpa cahaya
Pada ajasadku yang mengalir
Hanya musim gerimis hujan dan kasih sayang
Lama qu tersesat
Dalam semak keraguan
Ku tumbuh tapi
Tapi tiba-tiba qu terdampar diladang anganmu
Tiada stupun kumbang menemaniku
Rasaku pada batang pohonmu yang tunas
Qu berubah bagai jiwa yang keratan
Terronggok dibelantara hatimu yang sendiri
Padahal ingin sekali qu dapati
Pencurahan hatimu
Namun diriku terbakar
Oleh ketajaman syairmu
Yang sanggup memenggal ingatanku akan sepi
Kini ku menjelma sebagai sungai
Ku beriak alirkan harapan
Bagi mereka yang berenang
Dalam ketenangan batinku
Sekali waktu, qu bisa berubah menjadi rembulan
Dan sinari sudut hatimu yang paling sunyi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar